BRICS, Rupiah Digital, dan Mesin Pembayaran
Di 2026, sinergi w-Rupiah Digital & keanggotaan RI di BRICS merombak hegemoni keuangan global. RI kini hadir sebagai arsitek ekonomi desentralisasi masa depan!
Read Full StoryThe latest news, portal updates, and announcements from the BISDI expert team.
Di 2026, sinergi w-Rupiah Digital & keanggotaan RI di BRICS merombak hegemoni keuangan global. RI kini hadir sebagai arsitek ekonomi desentralisasi masa depan!
Read Full Story
Momentum Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi ruang refleksi yang jujur. Apakah kita benar-benar telah menyediakan pendidikan yang layak bagi seluruh anak Indonesia? Ataukah kita masih membiarkan sebagian dari mereka tertinggal, terpinggirkan, dan tidak terlihat dalam sistem yang seharusnya melindungi mereka?
Transformasi ekonomi digital semakin memperumit kondisi tersebut. Di satu sisi, platform digital membuka peluang kerja baru. Namun di sisi lain, ia juga melahirkan bentuk hubungan kerja yang kabur: pekerja tanpa status, tanpa kepastian upah, dan tanpa perlindungan yang memadai. Fenomena gig economy menghadirkan fleksibilitas, tetapi juga menyembunyikan bentuk baru eksploitasi yang lebih halus—pekerja yang tampak mandiri, tetapi sesungguhnya sangat tergantung pada algoritma.
Ketika sebagian besar perempuan berada di sektor yang tidak terlindungi, maka ketimpangan gender tidak hanya terjadi dalam hal pendapatan, tetapi juga dalam hal akses terhadap perlindungan sosial, keamanan kerja, dan pengakuan ekonomi.
Bisdi mengundang para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berkontribusi dalam penulisan Book Chapter berjudul "Ekonomi Moneter: Teori dan Kebijakan". Segera daftarkan naskah Anda sebelum batas pendaftaran tanggal 30 April 2026. Dapatkan benefit HAKI, sertifikat, dan indeks Google Scholar!
Pemerintah Indonesia mempertegas komitmennya menjadikan sektor digital dan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan proyeksi nilai ekonomi digital mencapai US$340 miliar pada tahun 2030, fokus kini diarahkan pada penguatan infrastruktur, kedaulatan data, serta sinergi pusat-daerah. Sebagai langkah strategis di kancah internasional, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026 untuk mendorong kolaborasi regional dan standar tata kelola teknologi yang etis.
Menghadapi pesatnya pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan menembus 124 miliar dolar AS pada 2025, Indonesia kini mencanangkan target ambisius untuk menambah 150.000 insinyur dalam enam tahun ke depan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemenuhan tenaga ahli ini sangat krusial, terutama untuk memperkuat sektor semikonduktor dan mengoptimalkan potensi kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan mampu menyumbang hingga 243,5 miliar dolar AS bagi ekonomi nasional. Melalui program percepatan talenta dan kesiapan kerangka etika AI yang pertama di ASEAN, Indonesia bersiap bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pencipta teknologi global.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus angka fantastis sebesar 130 miliar dolar AS pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan asesmen terbaru dari PBB (UNCTAD), dominasi e-commerce dan lonjakan adopsi kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penggerak utama yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar di Asia Tenggara. Namun, tantangan besar masih membayangi, mulai dari stabilitas infrastruktur internet di pulau terluar hingga rendahnya literasi digital UMKM. Temukan analisis mendalam mengenai strategi pemerintah dalam menutup celah kesenjangan demi membangun ekosistem digital yang adil, aman, dan berkelanjutan.